Good Sleep Setting Bukan Tidak Boleh, Makanan Ini Baiknya Tidak Dikonsumsi Jelang Tidur

Foto: Thinkstock
Detik.com- Jakarta, Hasrat untuk makan kadang muncul menggebu-gebu menjelang tidur. Ingin ditahan tetapi takut tak bisa terlelap. Pilih makanan yang bikin tidur lelap atau menghindari sama sekali?
 
Menurut para ahli, mengonsumsi daging dapat membuat tidur lebih nyenyak karena kandungan asam aminonya, yaitu tryptophan. Dalam studi lain dikatakan nasi bisa membantu mengatasi masalah kurang tidur karena lagi-lagi dapat meningkatkan kadar tryptophan, sehingga membuat tubuh cepat lelah dan mudah mengantuk.

Dalam suatu kesempatan, dr AR Inge Permadhi, MS, SpGK dari Siloam Hospital menjelaskan asupan berupa sumber karbohidrat murni seperti nasi dan minuman manis memang dapat mengakibatkan rasa kantuk. Sebab karbohidrat murni semacam ini mengandung gula yang membuat perut cepat merasa lapar.

"Lapar itulah yang membuat kita lebih mengantuk, karena gula lebih mudah dibawa oleh sel dan lebih cepat masuk ke dalam insulin," jelas dr Inge beberapa waktu lalu.

Makanan lain yang dikatakan dapat meningkatkan kualitas tidur di antaranya kangkung, susu, ceri, sereal, pisang, ubi jalar dan teh melati.

"Asal bukan kafein atau makanan yang mengandung stimulan seperti cokelat tak masalah," tegas dr Andreas Prasadja, RPSGT, saat berbincang dengan detikHealth dalam kesempatan terpisah dan ditulis Rabu (13/1/2016).

Bagi spesialis tidur dari RS Mitra Kemayoran tersebut, kafein bukannya dilarang. Hanya saja ketika dikonsumsi, kafein akan berdampak pada tubuh hingga 12 jam lamanya. Untuk itu ia menyarankan agar kafein dikonsumsi di siang atau sore hari saja.

Lalu apa yang terjadi bila kafein terlanjur dikonsumsi di malam hari? dr Ade mengatakan, orang yang bersangkutan justru bisa mengalami hyperinsomnia atau tidur dengan durasi yang berlebihan, dan ini dipastikan dr Ade berbahaya.

"Kalau ingin makan sebelum tidur sebenarnya nggak masalah. Cuma kalau makanan berat maksimal dua jam sebelum tidur," saran dr Ade.

Kecuali bila pilihan Anda jatuh makanan ringan atau camilan, dr Ade mengatakan boleh-boleh saja sebab ia memaklumi jika orang yang lapar seringkali malah susah tidur.

National Sleep Foundation juga merekomendasikan agar menunggu 2-3 jam setelah makan untuk kemudian beranjak tidur. Selain mencegah timbulnya penyakit yang berhubungan dengan sistem cerna, jeda waktu ini diperlukan agar tidak muncul risiko gangguan lain.

Seperti diungkapkan Cristina-Maria Kastorini, MSc, ahli gizi dari University of Ioannina di Yunani. Jika seseorang langsung tidur setelah makan malam maka orang tersebut rentan mengalami refluks asam lambung, yaitu naiknya asam lambung naik menuju kerongkongan yang dapat memicu rasa tidak nyaman di tubuh.

Beberapa jenis makanan yang baiknya tidak dikonsumsi menjelang tidur, antara lain cokelat, terutama cokelat hitam karena juga mengandung kafein; brokoli dan kembang kol (keduanya dikenal kaya serat, tetapi seratnya jenis yang tidak mudah larut sehingga butuh dicerna dalam waktu lama); saus tomat (rasanya yang asam dapat memicu mulas dan gangguan pencernaan); dan masakan pedas (selain menaikkan suhu tubuh, masakan pedas juga bisa memicu mulas)

Kendati demikian dr Ade mengingatkan, manfaat mengonsumsi makanan untuk merangsang rasa kantuk seperti yang dikenal luas di masyarakat hanyalah sebagai hoax semata.

Baginya, faktor makanan tidak terlalu berpengaruh terhadap kualitas tidur, sebab masih kalah besar dibanding dengan pengaruh faktor lain seperti suasana kamar yang nyaman.(lll/vit)


Good Sleep Setting Bukan Tidak Boleh, Makanan Ini Baiknya Tidak Dikonsumsi Jelang Tidur Good Sleep Setting Bukan Tidak Boleh, Makanan Ini Baiknya Tidak Dikonsumsi Jelang Tidur Reviewed by Nala Meliala on Wednesday, January 13, 2016 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.